/ oiraM: I ♥ Indonesia
More
Showing posts with label I ♥ Indonesia. Show all posts
Showing posts with label I ♥ Indonesia. Show all posts

Video Jakarta Tempoe Doeloe

Pusing dengan Jakarta jaman sekarang? Macet, banjir, kepenuhan penduduk..
Yuk ngintip rekaman video-video di jaman baheula..

Batavia 1930-1940
Dokumentasi Jakarta sekitar tahun 1970'an
Sekilas kita melihat gaya kemimpinan Gubernur Ali Sadikin dan Kapolri Jend. Hoegeng dalam menangani ibu kota negara Jakarta pada dekade 1970an.

Dokumentasi Jakarta sekitar tahun 1980'an

Gimana, lebih enak jaman dulu toh?

Taman Sari, Jakarta Barat tempoe doeloe


Ada yang tahu dimana kira-kira lokasi foto yang diambil tahun 1948 ini? dari kanal di belakangnya dan bangunan di sekitarnya serta lebar jalannya mungkin tidak sulit bagi orang Jakarta menebaknya. Ya benar, foto ini diambil di Jalan Hayam Wuruk Jakarta Barat, sebuah jalan yang sangat sibuk saat ini, kontras dengan foto yang tampak masih sangat lengang.

Menelusur ke masa lalu memang mengasyikkan, saya pernah membaca buku tentang Batavia di masa lalu, sungguh menarik dan menghanyutkan membaca bagaimana kota ini dibangun dan dibesarkan berbasis pelabuhan. Kali ini saya ingin sharing tentang asal usul daerah Taman Sari, yang sekarang dipakai sebagai nama salah satu kecamatan dan kelurahan di Jakarta Barat.

Kawasan ini terletak tak jauh dari Glodok, sehingga memang mayoritas penduduknya adalah orang-orang Tionghoa dengan aktivitas perdagangannya, sehingga daerah ini berkembang menjadi daerah yang padat penduduk dan tempat-tempat usaha serta hampir tak tampak adanya sebuah taman yang layak disini.

Sejarah Taman Sari diyakini banyak sesepuh kawasan itu bermula sejak masa Hindia Belanda, yang membuat sebuah taman besar di daerah tersebut. Salah satunya adalah Wilhelmina Park yang entah karena nasionalisasi ataupun kultural akhirnya disebut Taman Sari. Dari Taman Sari juga hadir klub sepak bola yang didirikan masyarakat Tionghoa yaitu Chun Hwa Tjing Nen Hui dan sekarang dikenal sebagai Tunas Jaya.

Kecamatan Taman Sari meliputi 8 (DELAPAN) kelurahan yakni: Mangga Besar, Pinangsia, Taman Sari, Glodok, Tangki, Krukut, Maphar, dan Keagungan.

Candi Borobudur Masuk Guinness World Records

Guinness World Records di London, Inggris, mencatatkan secara resmi Candi Borobudur sebagai situs arkeologis Candi Buddha terbesar di dunia.

"Borobudur diakui secara resmi dengan nomor klaim 396-198 di Guinness World Records di London, Inggris, sebagai situs arkeologis candi Buddha terbesar di dunia," kata Direktur Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero), Purnomo Siswoprasetjo, di Jakarta, Rabu 4 Juli 2012.

Pencatatan itu dilakukan pada 27 Juni 2012 dan telah berhasil mendapatkan nomor klaim yang menyatakan Candi Borobudur yang menjadi UNESCO world heritage list nomor 592 (1991) sebagai situs arkeologis candi Buddha terbesar di dunia.

Purnomo mengatakan sertifikat resmi dari Guinness World Records saat ini sudah dikirimkan dari markas besar di London ke kantor pusat PT TWC Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero) di Yogyakarta.

"Mulai sekarang Candi Borobudur sudah menjadi official Guinness World Records title holders," katanya.

Pihaknya berharap, dengan masuknya Candi Borobudur dalam list Guinness, candi yang dibangun antara 750-842 SM itu akan semakin dikenal di dunia.

Purnomo mengatakan proses pendaftaran ke lembaga tersebut memakan waktu sekitar tiga bulan termasuk verifikasi oleh Guinness.

Saat ini tingkat kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur terus meningkat. Sepanjang 2011, jumlah wisatawan ke candi berukuran luas 60.000 m3 itu mencapai 250 ribu orang atau meningkat 15 persen dibandingkan 2010.

Sumber: Tempo

6 hal bernamakan Indonesia di dunia

1. Kota "Tempe" di Arizona, USA

Tempe adalah sebuah kota di Maricopa County, Arizona, Amerika Serikat, dengan populasi penduduk pada tahun 2008 sebanyak lebih dari 175.523. Kota yang terletak di bagian timur Lembah Phoenix Metropolitan Area ini, dibatasi oleh Phoenix dan Guadalupe di sebelah barat, Scottsdale di utara, Chandler di selatan, dan Mesa di sebelah timur. Dan Kota ‘Tempe’ ini merupakan lokasi kantor pusat dari perusahaan penerbangan Amerika US Airways Group serta memiliki kampus Arizona State tertua dan terbesar di Arizona.

2. Taman Indonesia di Parc Paradisio Conservation Park, Brugelette, Belgium

Taman Indonesia pertama di Eropa ini terletak di Parc Paradisio, Brugelette, Belgia. Taman yang diberi nama The Kingdom Of Ganesha ini adalah sebuah penghargaan dan kehormatan bagi bangsa Indonesia. Taman ini terwujud atas dasar kecintaan Eric Domb yang merupakan petinggi dari Parc Paradiso terhadap Indonesia, sehingga ia membuat taman seluas 5 hektar tersebut.

Komplek luas ini terdiri dari Puri Agung Shanti Buwana Bali, replika besar Candi Prambanan, bongkahan batu besar berderet ala Gunung Kawi di balik tembok candi, rumah Toraja, replika Candi Borobudur, rumah tradisional Nusa Tenggara Timur serta beragam patung dan bahkan kayu pohon besar yang telah menjadi fosil dari daerah Banten. Tak tanggung-tanggung, keseluruhan dari taman yang telah dibuka dan diresmikan pada 20 Mei 2009 ini dibangun oleh para seniman dan pekerja yang didatangkan khusus dari Bali dan Jawa Tengah.


3. Jalan Kartini di Belanda


Pada tanggal 21 April, Belanda tidak memperingati hari Kartini, seperti di Indonesia. Namun demikian nama Kartini cukup dikenal di Belanda sebagai pejuang hak-hak perempuan.
Di Belanda, ternyata terdapat sebuah jalan dan daerah yang bernamakan Raden Ajeng Kartini, pahlawan nasional yang dikenal sebagai pejuang hak-hak perempuan. Uniknya, tak hanya satu, namun ada beberapa kota di negeri kincir angin ini yang memiliki nama jalan R.A Kartini.


Antara lain di Utrecht, Jalan R.A Kartini atau Kartinistraat terletak di kawasan golongan menengah keatas, yakni kawasan dengan perumahan yang nyaman dan modern. Jalan utama Kartinistraat yang berbentuk huruf ‘U’ ini memiliki ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan jalan-jalan yang menggunakan nama tokoh perjuangan lokal lainnya, seperti Augusto Sandino, Steve Biko, Chez Geuvara, dan juga Agostinho Neto.


Di Venlo, Belanda Selatan, Jalan R.A Kartinistraat berbentuk huruf ‘O’. Amsterdam, ibukota Belanda, juga mengabadikan nama penjuang hak-hak perempuan Jawa di abad 17 itu.
Di wilayah Amsterdam Zuidoost atau yang lebih dikenal dengan Bijlmer, Jalan Raden Adjeng Kartini ditulis lengkap. Dan yang paling menarik adalah mengamati letak Jalan Kartini di Haarlem. Disana Jalan Kartini berdekatan dengan Jalan Muhammad Hatta, Jalan Sutan Sutan Sjahrir dan langsung tembus ke Jalan Chris Soumokil, presiden kedua RMS atau Republik Maluku Selatan.
4. Sungai "gila" di Arizona, USA

Arizona, sebuah negara bagian yang terletak di daerah barat daya Amerika Serikat ini sangat terkenal dengan keindahan alamnya, diantaranya adalah gurun dan sungai. Uniknya, selain memiliki kota ‘Tempe’, Arizona pun juga memiliki sungai yang bernamakan Indonesia yakni Sungai ‘Gila’. Sungai ‘Gila’ ini merupakan anak sungai dari Sungai Colorado yang terletak diantara New Mexico dan Arizona. Sungai ini memiliki panjang sekitar 650 mil atau lebih dari 1000 kilometer.

5. Jalan Ir. Soekarno di Maroko dan Pakistan

Tercatat ada 2 negara yang mengambil nama presiden pertama Indonesia ini sebagai nama jalan di negaranya yakni Maroko dan Pakistan. Di Maroko, nama Soekarno diabadikan menjadi nama Rue Soukarno. Selain nama Soekarno, di negara ini pun juga ada nama Jalan Jakarta. Kabarnya, Maroko terkesan dengan sosok Soekarno, sehingga peresmian jalan itu pun mengundang langsung  Soekarno ke Maroko pada 2 Mei 1960 lalu untuk menggunting pita nama jalannya itu.

Selain di Maroko, nama Soekarno juga terkenal di Pakistan, setidaknya ada 2 tempat yang diberi nama Soekarno di Pakistan yaitu Soekarno Square Khyber Bazar di Peshawar, dan Soekarno Bazar di Lahore. Sama halnya dengan Maroko, Pakistan sangat segan kepada sosok Soekarno. Bahkan, hingga kini kalangan militer Pakistan masih ingat jasa Soekarno yang mengirim TNI Angkatan Laut (AL) berpatroli di laut selatan Pakistan saat konflik memanas antara Pakistan dan India di tahun 1965 lalu.
6. Pohon Soekarno di Arab



Kementerian Agama Republik Indonesia melansir, pohon sejenis pohon mindi ini memang dibawa oleh presiden pertama RI itu saat melaksanakan ibadah haji ke tanah suci.

Sebagai orang berpengaruh di kawasan Negara-negara nonblok Bung Karno dengan mudah menawarkan ide penanaman pohon ini kepada kalangan masyarakat arab yang dikenal keras dan teguh dalam berpendirian.Khusus di kawasan padang arafah, pohon soekarno ini telah memenuhi sebagian besar kawasan dengan luas 5,5 3,5 kilometer persegi tersebut. Dengan tinggi rata-rata 2-3 meter, pohon ini berdiri di sepanjang jalan-jalan utama padang arafah. Pohon dengan banyak manfaat ini juga tumbuh di lokasi-lokasi yang akan ditempati tenda-tenda jamaah haji dari seluruh dunia untuk melaksanakan prosesi wukuf.



Read more at: http://danahauses.blogspot.com/2012/03/5-hal-bernamakan-indonesia-di-dunia.html
Copyright danahauses.blogspot.com Under Common Share Alike Atributio
Read more at: http://danahauses.blogspot.com/2012/03/5-hal-bernamakan-indonesia-di-dunia.html Copyright danahauses.blogspot.com Under Common Share Alike Atribution

Read more at: http://danahauses.blogspot.com/2012/03/5-hal-bernamakan-indonesia-di-dunia.html
Copyright danahauses.blogspot.com Under Common Share Alike Atribution


Read more at: http://danahauses.blogspot.com/2012/03/5-hal-bernamakan-indonesia-di-dunia.html
Copyright danahauses.blogspot.com Under Common Share Alike Atribution

Sumber: http://kaskus-forum.blogspot.com/2012/03/5-hal-bernamakan-indonesia-di-dunia.htm

Komodo Island is The NEW 7 Wonders of The World


Photobucket
The preliminary results are out and it shows the Komodo National Park as one of the New Seven Wonders of Nature, according to the New7Wonders Web site.

The list, given in alphabetical order, includes the Amazon, Halong Bay, Iguazu Falls, Jeju Island, the Puerto Princessa Underground River and Table Mountain.

The list was posted at around 2 a.m. Jakarta time, about six hours after the close of voting on Friday.

"It is possible that there will be changes between the above provisional winners and the eventual finally confirmed winners," the statement on the organization's Web site says.

It adds that the voting calculation is being checked, validated and independently verified, and the confirmed winners will be announced starting early 2012 during the Official Inauguration ceremonies.

Even in the final hours of voting on Friday, controversy continued to cloud the Komodo National Park’s bid to become one of the world’s New Seven Wonders of Nature.


The Committee for the Rule of Law (KSHI), a group of 40 lawyers, has filed a class action lawsuit demanding that the New7Wonders Foundation and the NGO Supporters for a Komodo Victory (P2Komodo), return any profits from their publicity endeavors to pay for the conservation of the Komodo Islands.

“The return of all proceeds is one point in the class action that we filed on Thursday,” KSHI chief Achmad Salim said in Jakarta on Friday.

He said the increased popularity of the Komodo Islands since they appeared in the competition meant there was a surge of tourism to the area, and that this posed a threat to the delicate ecosystem.

Achmad said the KSHI filed the lawsuit following several complaints that text message charges were frequently changed. “We want all proceeds from the text message fees to be used to support conservation efforts,” he said.

Emmy Hafild, the head of P2Komodo, recently dismissed claims that SMS voting was not recognized by the New7Wonders organization and was fraudulent.

Emmy rescued the bid of the Komodo National Park after the Indonesian government’s dispute with the organizers. Votes for the home of the prehistoric dragons skyrocketed after SMS voting was introduced in August.

New7Wonders of Nature, a Swiss foundation, organized the worldwide poll where anyone could vote for their favorite sites.

Million of votes have been cast since 2007, with 440 contenders in more than 220 countries trimmed to the 28 finalists.

Founded in 2001 by Bernard Weber in Zurich, the New7Wonders foundation is based on the same principle on which the seven ancient wonders of the world were established by Philon de Byzance in ancient Greece.

Sources: TheJakartaGlobe


Indonesia vs Turmekistan 2011


Timnas Indonesia berhasil melaju ke babak selanjutnya pada babak penyisihan kualifikasi Piala Dunia 2014 Brasil setelah menahan imbang Turmekistan 1-1 pada 23 July 2011 dan memenangkan leg ke-2 di stadion utama GBK malam ini dengan skor 4-3.


Video Leg 1


Video Leg 2


Selamat GARUDA'ku..
terbanglah yang tinggi hingga ke Brasil..!!

J 20, rapper Nigeria yang Gila Indomie

Indomie, adalah mie instan kebanggaan bangsa Indonesia. Setiap orang yang mengaku orang Indonesia, pasti pernah memakan dan merasakan nikmatnya Indomie..
Tidak hanya mie goreng, tapi Indomie juga mempunyai mie rebus dengan berbagai rasa..

Disekolah, warung kopi, restoran, bahkan di rumah kita, pasti dengan mudah kita menemukan Indomie..
Ternyata Indomie tidak hanya mudah ditemukan di Indonesia, namun di negara-negara lain dibelahan dunia ini, seperti: Malaysia, Singapore, Australia, China, New Zealand, U.K, Amerika, Spain, bahkan di daratan Afrika seperti Nigeria...

Tidak hanya seorang Indonesia saja yang bisa 'kerasukan' Indomie, ternyata J 20; seorang Rapper dari Nigeria pun mengalaminya. Dia mengekspresikan ke'gilaannya kepada Indomie tidak hanya memakannya setiap hari, tapi Ia tuangkan juga dalam sebuah lagu rap.
Dan yang hebatnya lagi, baru beberapa saat setelah lagu ini di unduh ke youtube, sudah ratusan bahkan ribuan orang yang menontonnya..

Video ini di Unduh ke Youtube pada tanggal 8 Mei 2011...dan ketika 3 hari kemudian 11 Mei 2011, video ini sudah di klik sebanyak 26.928 kali
Pada saat artikel ini dibuat (8 Juni 2011 / 1 bulan), video ini sudah di klik sebanyak 285,471 kali.

berikut adalah cuplikan Video'nya:


Download From iTunes http://itunes.apple.com/us/album/indomie-single/id438200392
Music video by J2O performing Indomie. (C) 2011 Bingo Boys Society
Produced by Acen


TWITTER: @J2Ocean

Indonesia - The Country of a thousand faces

Iseng-iseng buat video slide foto tentang Indonesia :)







INDONESIA adalah ATLANTIS


Tahukah anda semua tentang Negeri kita Indonesia tercinta ini, yang kaya akan Sumber Daya Alamnya, berlimpah akan hasil lautnya, berbarel-barel minyak didalam perut buminya, berhektar-hektar hasil hutannya, dan berhamparan hasil mineralnya sebenarnya adalah suatu Negara yang dulunya adalah suatu tempat yang dahulu kala merupakan tempat impian semua orang, seperti Negeri kayangan yang dalam dongeng dan cerita dari mulut ke mulut disebut sebagai ATLANTIS.


Prof. Arysio Nunes Dos Santos menerbitkan buku yang menggemparkan : “Atlantis The Lost Continents Finally Found”. Dimana ditemukannya ? Secara tegas dinyatakannya bahwa lokasi Atlantis yang hilang sejak kira-kira 11.600 tahun yang lalu itu adalah di Indonesia (?!). Selama ini, benua yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lalu itu adalah benua yang dihuni oleh bangsa Atlantis yang memiliki peradaban yang sangat tinggi dengan alamnya yang sangat kaya, yang kemudian hilang tenggelam ke dasar laut oleh bencana banjir dan gempa bumi sebagai hukuman dari yang Kuasa. Kisah Atlantis ini dibahas dari masa ke masa, dan upaya penelusuran terus pula dilakukan guna menemukan sisa-sisa peradaban tinggi yang telah dicapai oleh bangsa Atlantis itu.


Pencarian dilakukan di Samudera Atlantik, Laut Tengah, Karibia, sampai ke kutub Utara. Pencarian ini sama sekali tidak ada hasilnya, sehingga sebagian orang beranggapan bahwa yang diceritakan Plato itu hanyalah negeri dongeng semata. Profesor Santos yang ahli Fisika Nuklir ini menyatakan bahwa Atlantis tidak pernah ditemukan karena dicari di tempat yang salah. Lokasi yang benar secara menyakinkan adalah Indonesia, katanya..


Prof. Santos mengatakan bahwa dia sudah meneliti kemungkinan lokasi Atlantis selama 29 tahun terakhir ini. Ilmu yang digunakan Santos dalam menelusur lokasi Atlantis ini adalah ilmu Geologi, Astronomi, Paleontologi, Archeologi, Linguistik, Ethnologi, dan Comparative Mythology. Buku Santos sewaktu ditanyakan ke ‘Amazon.com’ seminggu yang lalu ternyata habis tidak bersisa. Bukunya ini terlink ke 400 buah sites di Internet, dan websitenya sendiri menurut Santos selama ini telah dikunjungi sebanyak 2.500.000 visitors. Ini adalah iklan gratis untuk mengenalkan Indonesia secara efektif ke dunia luar, yang tidak memerlukan dana 1 sen pun dari Pemerintah RI.


Plato pernah menulis tentang Atlantis pada masa dimana Yunani masih menjadi pusat kebudayaan Dunia Barat (Western World). Sampai saat ini belum dapat dideteksi apakah sang ahli falsafah ini hanya menceritakan sebuah mitos, moral fable, science fiction, ataukah sebenarnya dia menceritakan sebuah kisah sejarah. Ataukah pula dia menjelaskan sebuah fakta secara jujur bahwa Atlantis adalah sebuah realitas absolut ?

Plato bercerita bahwa Atlantis adalah sebuah negara makmur dengan emas, batuan mulia, dan ‘mother of all civilazation’ dengan kerajaan berukuran benua yang menguasai pelayaran, perdagangan, menguasai ilmu metalurgi, memiliki jaringan irigasi, dengan kehidupan berkesenian, tarian, teater, musik, dan olahraga.

Warga Atlantis yang semula merupakan orang-orang terhormat dan kaya, kemudian berubah menjadi ambisius. Yang kuasa kemudian menghukum mereka dengan mendatangkan banjir, letusan gunung berapi, dan gempa bumi yang sedemikian dahsyatnya sehingga menenggelamkan seluruh benua itu.


Kisah-kisah sejenis atau mirip kisah Atlantis ini yang berakhir dengan bencana banjir dan gempa bumi, ternyata juga ditemui dalam kisah-kisah sakral tradisional di berbagai bagian dunia, yang diceritakan dalam bahasa setempat. Menurut Santos, ukuran waktu yang diberikan Plato 11.600 tahun BP (Before Present), secara tepat bersamaan dengan berakhirnya Zaman Es Pleistocene, yang juga menimbulkan bencana banjir dan gempa yang sangat hebat.


Bencana ini menyebabkan punahnya 70% dari species mamalia yang hidup saat itu, termasuk kemungkinan juga dua species manusia : Neandertal dan Cro-Magnon.

Sebelum terjadinya bencana banjir itu, pulau Sumatera, pulau Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara masih menyatu dengan semenanjung Malaysia dan benua Asia.


Posisi Indonesia terletak pada 3 lempeng tektonis yang saling menekan, yang menimbulkan sederetan gunung berapi mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan terus ke Utara sampai ke Filipina yang merupakan bagian dari ‘Ring of Fire’.


Gunung utama yang disebutkan oleh Santos, yang memegang peranan penting dalam bencana ini adalah Gunung Krakatau dan ‘sebuah gunung lain’ (kemungkinan Gunung Toba). Gunung lain yang disebut-sebut (dalam kaitannya dengan kisah-kisah mytologi adalah Gunung Semeru, Gunung Agung, dan Gunung Rinjani.

Bencana alam beruntun ini menurut Santos dimulai dengan ledakan dahsyat gunung Krakatau, yang memusnahkan seluruh gunung itu sendiri, dan membentuk sebuah kaldera besar yaitu selat Sunda yang jadinya memisahkan pulau Sumatera dan Jawa.

Letusan ini menimbulkan tsunami dengan gelombang laut yang sangat tinggi, yang kemudian menutupi dataran-dataran rendah diantara Sumatera dengan Semenanjung Malaysia, diantara Jawa dan Kalimantan, dan antara Sumatera dan Kalimantan. Abu hasil letusan gunung Krakatau yang berupa ‘fly-ash’ naik tinggi ke udara dan ditiup angin ke seluruh bagian dunia yang pada masa itu sebagian besar masih ditutup es (Zaman Es Pleistocene) .

Abu ini kemudian turun dan menutupi lapisan es. Akibat adanya lapisan abu, es kemudian mencair sebagai akibat panas matahari yang diserap oleh lapisan abu tersebut.

Gletser di kutub Utara dan Eropah kemudian meleleh dan mengalir ke seluruh bagian bumi yang rendah, termasuk Indonesia.


Banjir akibat tsunami dan lelehan es inilah yang menyebabkan air laut naik sekitar 130 meter diatas dataran rendah Indonesia. Dataran rendah di Indonesia tenggelam dibawah muka laut, dan yang tinggal adalah dataran tinggi dan puncak-puncak gunung berapi.


Tekanan air yang besar ini menimbulkan tarikan dan tekanan yang hebat pada lempeng-lempeng benua, yang selanjutnya menimbulkan letusan-letusan gunung berapi selanjutnya dan gempa bumi yang dahsyat. Akibatnya adalah berakhirnya Zaman Es Pleitocene secara dramatis.


Dalam bukunya Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang bermandi matahari sepanjang waktu. Padahal zaman pada waktu itu adalah Zaman Es, dimana temperatur bumi secara menyeluruh adalah kira-kira 15 derajat Celcius lebih dingin dari sekarang.


Lokasi yang bermandi sinar matahari pada waktu itu hanyalah Indonesia yang memang terletak di katulistiwa.

Plato juga menyebutkan bahwa luas benua Atlantis yang hilang itu “….lebih besar dari Lybia (Afrika Utara) dan Asia Kecil digabung jadi satu…”. Luas ini persis sama dengan luas kawasan Indonesia ditambah dengan luas Laut China Selatan.



Menurut Profesor Santos, para ahli yang umumnya berasal dari Barat, berkeyakinan teguh bahwa peradaban manusia berasal dari dunia mereka. Tapi realitas menunjukkan bahwa Atlantis berada di bawah perairan Indonesia dan bukan di tempat lain.

Walau dikisahkan dalam bahasa mereka masing-masing, ternyata istilah-istilah yang digunakan banyak yang merujuk ke hal atau kejadian yang sama.

Santos menyimpulkan bahwa penduduk Atlantis terdiri dari beberapa suku/etnis, dimana 2 buah suku terbesar adalah Aryan dan Dravidas.


Semua suku bangsa ini sebelumya berasal dari Afrika 3 juta tahun yang lalu, yang kemudian menyebar ke seluruh Eurasia dan ke Timur sampai Auatralia lebih kurang 1 juta tahun yang lalu. Di Indonesia mereka menemukan kondisi alam yang ideal untuk berkembang, yang menumbuhkan pengetahuan tentang pertanian serta peradaban secara menyeluruh. Ini terjadi pada zaman Pleistocene.


Pada Zaman Es itu, Atlantis adalah surga tropis dengan padang-padang yang indah, gunung, batu-batu mulia, metal berbagai jenis, parfum, sungai, danau, saluran irigasi, pertanian yang sangat produktif, istana emas dengan dinding-dinding perak, gajah, dan bermacam hewan liar lainnya. Menurut Santos, hanya Indonesialah yang sekaya ini (!). Ketika bencana yang diceritakan diatas terjadi, dimana air laut naik setinggi kira-kira 130 meter, penduduk Atlantis yang selamat terpaksa keluar dan pindah ke India, Asia Tenggara, China, Polynesia, dan Amerika.


Suku Aryan yang bermigrasi ke India mula-mula pindah dan menetap di lembah Indus. . Karena glacier Himalaya juga mencair dan menimbulkan banjir di lembah Indus, mereka bermigrasi lebih lanjut ke Mesir, Mesopotamia, Palestin, Afrika Utara, dan Asia Utara.

Di tempat-tempat baru ini mereka kemudian berupaya mengembangkan kembali budaya Atlantis yang merupakan akar budaya mereka.


Catatan terbaik dari tenggelamnya benua Atlantis ini dicatat di India melalui tradisi-tradisi cuci di daerah seperti Lanka, Kumari Kandan, Tripura, dan lain-lain. Mereka adalah pewaris dari budaya yang tenggelam tersebut.

Suku Dravidas yang berkulit lebih gelap tetap tinggal di Indonesia. Migrasi besar-besaran ini dapat menjelaskan timbulnya secara tiba-tiba atau seketika teknologi maju seperti pertanian, pengolahan batu mulia, metalurgi, agama, dan diatas semuanya adalah bahasa dan abjad di seluruh dunia selama masa yang disebut Neolithic Revolution.


Bahasa-bahasa dapat ditelusur berasal dari Sansekerta dan Dravida. Karenanya bahasa-bahasa di dunia sangat maju dipandang dari gramatika dan semantik. Contohnya adalah abjad. Semua abjad menunjukkan adanya “sidik jari” dari India yang pada masa itu merupakan bagian yang integral dari Indonesia.

Dari Indonesialah lahir bibit-bibit peradaban yang kemudian berkembang menjadi budaya lembah Indus, Mesir, Mesopotamia, Hatti, Junani, Minoan, Crete, Roma, Inka, Maya, Aztek, dan lain-lain. Budaya-budaya ini mengenal mitos yang sangat mirip. Nama Atlantis diberbagai suku bangsa disebut sebagai Tala, Attala, Patala, Talatala, Thule, Tollan, Aztlan, Tluloc, dan lain-lain.


Itulah ringkasan teori Profesor Santos yang ingin membuktikan bahwa benua atlantis yang hilang itu sebenarnya berada di Indonesia. Bukti-bukti yang menguatkan Indonesia sebagai Atlantis, dibandingkan dengan lokasi alternative lainnya disimpulkan Profesor Santos dalam suatu matrix yang disebutnya sebagai ‘Checklist’.


Terlepas dari benar atau tidaknya teori ini, atau dapat dibuktikannya atau tidak kelak keberadaan Atlantis di bawah laut di Indonesia, teori Profesor Santos ini sampai saat ini ternyata mampu menarik perhatian orang-orang luar ke Indonesia.


Teori ini juga disusun dengan argumentasi atau hujjah yang cukup jelas.

Kalau ada yang beranggapan bahwa kualitas bangsa Indonesia sekarang sama sekali “tidak meyakinkan” untuk dapat dikatakan sebagai nenek moyang dari bangsa-bangsa maju yang diturunkannya itu, maka ini adalah suatu proses maju atau mundurnya peradaban yang memakan waktu lebih dari sepuluh ribu tahun. Contoh kecilnya, ya perbandingan yang sangat populer tentang orang Malaysia dan Indonesia; dimana 30 tahunan yang lalu mereka masih belajar dari kita, dan sekarang mereka relatif berada di depan kita.



Tuhan pun juga berfirman bahwa nasib manusia ini memang dipergilirkan. Yang mulia suatu saat akan menjadi hina, dan sebaliknya. Profesor Santos akan terus melakukan penelitian lapangan lebih lanjut guna membuktikan teorinya. Kemajuan teknologi masa kini seperti satelit yang mampu memetakan dasar lautan, kapal selam mini untuk penelitian (sebagaimana yang digunakan untuk menemukan kapal ‘Titanic’;), dan beragam peralatan canggih lainnya diharapkannya akan mampu membantu mencari bukti-bukti pendukung yang kini diduga masih tersembunyi di dasar laut di Indonesia.


Apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan bangsa Indonesia ? Bagaimana pula pakar Indonesia dari berbagai disiplin keilmuan menanggapi teori yang sebenarnya “mengangkat” Indonesia ke posisi sangat terhormat : sebagai asal usul peradaban bangsa-bangsa seluruh dunia ini ?


Coba kita renungkan penyebab Atlantis dulu dihancurkan : penduduk cerdas terhormat yang berubah menjadi ambisius serta berbagai kelakuan buruk lainnya (mungkin ‘korupsi’ salah satunya). Nah, salah-salah Indonesia sang “mantan Atlantis” ini bakal kena hukuman lagi nanti kalau tidak mau berubah seperti yang ditampakkan bangsa ini secara terang-terangan sekarang ini.


dikutip dari:

http://roni-pascal.blogspot.com/2009/09/segala-sesuatu-tentang-peradaban.html

http://roni-pascal.blogspot.com/2009/10/ternyata-benar-benua-atlantis-itu.html


link serupa:

http://atlantis-lemuria-indonesia.blogspot.com/2008/05/true-history-of-atlantis.html

http://whoyoucallingaskeptic.wordpress.com/2009/02/17/atlantis/







 photo usps_logo_zps8af3cbdd.jpg